Bintang…
Kau terlihat lagi di malam ini. Namun kau terlihat berbeda kali ini. Kenapa kau tampak muram ? Hei, coba bisikkan padaku.. Ayo lebih dekat, biar kuketahui ada apa. Kenapa tidak kau bisikkan padaku ? Apakah terlalu rahasia ? Apakah kau lupa bahwa kita selalu bercakap-cakap di tiap malam. Oh, pantas saja semalam kau tak datang. Apakah kau menyendiri, menghindari aku ? Ayo ceritakan.. Apa harus aku yang menemuimu ? Oh, itu berarti aku harus ke langit. Sangat sulit itu kawan bagiku. Kau sajalah yang mendekat, ceritakan kegalauan hatimu.
Apa ? Kau malu ? Kenapa kau tiba-tiba menjadi pemalu ? Tak biasanya kawan. Hmm..Aku tau apa yang bisa membuatmu akan bercerita padaku, apakah kau mau kutraktir ? Bagaimana kalau kudendangkan sebuah lagu kesayanganmu dengan gitar usangku ? Aha, kau juga mau ikut bernyanyi rupanya. Baiklah, tapi kau harus berjanji nanti setelah kita bernyanyi maka kau harus menceritakannya padaku. Bagus kawan, kau akhirnya menggangguk setuju.
When you’ve tried your best but you don’t successes
When you’ve gave what you want but don’t what you need
When you lose something you cannot replace…
Ah, rasanya lega sudah melihat wajahmu cerah kembali kawan. Nah sekarang ayo coba kau ceritakan apa yang membuatmu muram ? Aku takut lho nanti penduduk di dunia ini marah kepadaku karena mereka pun kecewa melihat bintang yang selalu bersinar terang di malam hari tapi kok ternyata sekarang malah bermuram durja. Lho kenapa kau diam saja.
“Kapan kau akan pergi menemuiku ?” Tanyanya.
Kawan kenapa kau bertanya seperti itu. Pertanyaanmu mengejutkanku, kau terlalu tinggi kawan. Bagaimana aku bisa mencapai langit untuk bisa duduk bersamamu di sana. Aku tak punya sayap untuk terbang.
“Kapan kau akan pergi menemuiku ? Kapan kau akan pergi menggapaiku ?” Tanya ia sekali lagi dengan suara yang agak lantang.
Hei kawan, tenanglah sebentar. Kenapa kau begitu sensitive malam ini terhadapku.
“Ya, aku sekarang marah padamu. Aku marah kenapa kau masih tetap saja bermalas-malasan untuk menemuiku, selalu beralasan ini itu untuk bisa menggapaiku. Padahal banyak sekali orang-orang di sana yang sudah menggapai bintangnya dan mereka tak pernah mengeluh. Aku iri kepada bintang-bintang lain, kenapa hanya aku yang belum disentuh oleh kau ? Apa kau tidak tahu bahwa harga sebuah kesuksesan dalam menggapaiku amatlah besar ? Apa kau tidak pernah berpikir bahwa aku adalah cita-citamu yang telah engkau ikrarkan sejak kau duduk di bangku SMA dulu. Tapi kau kini hanya selalu duduk memandangiku setiap malam. Kita memang selalu bercakap-cakap, tapi aku baru sadar sekarang bahwa kau ternyata hanya mempermainkanku. Kau sama sekali tidak berkeinginan untuk menggapaiku ?”
Lihatlah kawan, kau telah membuatku menangis.
“Menangis ? Ya, kau menangis karena mungkin menyesal telah membiarkan aku tergantung di langit, sendirian”
Ya, kau benar kawan. Aku sungguh menyesal telah melupakan cita-citaku yang akan meraih bintang tertinggi di langit ini. Aku sibuk dengan kemalasanku, sedangkan engkau hanya kupandangi di tiap malam, hanya merenungi kapan aku bisa menggapaimu. Lalu, apa yang harus kulakukan kawan agar tidaka ada kata terlambat untukku menggapaimu, kawan ?
“Ubahlah pola hidupmu. Lihatlah, sekarang kau sudah duduk di bangku kuliah, semester 5 pula. Walaupun sudah 2 tahun kau sia-siakan waktumu, tapi dengan sebuah keyakian dan kerja keras, belajar, berusaha, dan juga berdoa kepada Allah SWT maka kau akan bisa menggapaiku. Aku sesalkan juga kenapa tak pernah kau tanyakan bagaimana cara menggapaiku. Tapi, ya, bagaimana mau menanyakan itu kepadaku jika kau sendiri tak pernah ada keinginan untuk meraihku.”
Aku semakin merasa bersalah padamu Bintangku, aku telah melupakanmu. Maafkanlah aku. Memang benar katamu, belum terlambat bagiku, walaupun aku sudah semester 5, tapi harapan itu masih ada. Harapan untukku menggapaimu dengan ikhtiar dan doa. Aku takkan mau lagi bintangku direbut orang. Aku kaan menggapaimu, aku akan berada di garis start awal dan akan finish di gardu depan. Itulah tekadku !!!!
Untuk teman-temanku di PGSD
“ KEEP ON SPIRIT TO REACH UR STAR”
Created by : 21
Tidak ada komentar:
Posting Komentar